Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS.Al-Ahzab:21)

Kamis, 09 Oktober 2014

ALAT UKUR DAN KETELITIAN

Dalam Fisika dikenal berbagai macam besaran. Besaran tersebut dikelompokkan dalam 2 kategori yakni besaran pokok/dasar dan besaran turunan. Semua besaran fisik dapat dinyatakan dalam beberapa satuan pokok. Pemilihan satuan standar untuk besaran pokok menghasilkan suatu sistem satuan. Sistem satuan yang digunakan secara universal dalam masyarakat ilmiah adalah Sistem Internasional (SI). Berikut klasifikasi besaran-besaran fisika beserta dimensi dan satuannya.
Penggunaan alat ukur pada setiap pengukuran sangat ditentukan oleh jeniskegunaan, batas ukur dan ketelitian alat ukurnya. Sebagai contoh untuk mengukur massa suatu benda yang diperkirakan sebesar 50 kg, maka alat yang harus digunakan haruslah timbangan dengan batas ukur minimal senilai massa benda itu. Timbangan tersebut harus memiliki ketepatan pengukuran yang baik, sehingga hasil pengukuran sesuai dengan keadaan sesungguhnya.
Berikut ini adalah karakteristik alat ukur besaran pokok dalam fisika, antara lain jangka sorong, mikrometer skrup, neraca, stopwatch dan termometer.

Jangka Sorong

           Hal-hal yang perlu kita perhatikan yang berkaitan dengan jangka sorong adalah:
  • Skala tetap pada jangka sorong disebut skala dasar (SD) dengan batas skala 10 cm.

  • Skala geser pada Jangka Sorong disebut skala pembantu (SP) dengan batas skala10 mm.

  • Kegunaan Jangka Sorong: Digunakan untuk mengukur panjang, lebar, tebal, atau pun kedalaman benda/zat .

  • Ketelitian Jangka Sorong:  Paling tidak ada 2 jenis jangka sorong, yakni jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,05 mm dan yang memiliki ketelitian 0,1 mm.


Mikrometer Sekrup

          Kegunaan mikrometer sekrup: Alat ini biasanya difungsikan untuk mengukur diameter benda-benda berukuran milimeter atau beberapa centimeter saja.
Ketelitian mikrometer sekrup: Micrometer sekrup hanya ada satu macam, yakni yang berketelitian 0.01 mm.

Spherometer

           Spherometer merupakan alat untuk mengukur jejari kelengkungan suatu permukaan. Biasanya digunakan untuk mengukur kelengkungan lensa. Spherometer memiliki 4 kaki, dengan 3 kaki yang permanen dan satu kaki tengah yang dapat diubah-ubah ketinggiannya. Ketelitian spherometer bisa mencapai 0,01 mm. 

Neraca Torsi

           Neraca torsi digunakan untuk mengukur massa suatu zat. Ketelitian yang dimiliki neraca ini bermacam-macam antara lain sebesar 0,1 g atau 0,05 g atau 0,01 g.

Specific Gravity/Densitometer

             Specific gravity adalah alat yang digunakan untuk mengukur kerapatan (massa jenis) suatu zat cair. Bedanya dengan densitometer adalah bahwa nilai yang ditunjukkan oleh specific gravity merupakan nilai relatif terhadap kerapatan air (1 g/ml).

Stopwatch

          Stopwatch merupakan alat pengukur waktu. Stopwatch yang sering dipakai biasanya berketelitian 0,1 s atau 0,2 s. Telepon genggam (HP) biasanya juga disertai fasilitas stopwatch. Ketelitian stopwatch pada telepon genggam biasanya 0,01 s.

Temometer

           Termometer adalah alat pengukur suhu. Termometer yang biasa digunakan dalam Lab. Fisika Dasar adalah termometer Celcius dengan ketelitian 0,50C atau 10C.
           Selain termometer celcius, kita juga mengenal termometer jenis lain, diantaranya termometer Kelvin, Reamor, dan Fahrenheit. Masing-masing termometer memiliki kalibrasi yang berbeda-beda. 
Reamor: titik beku - titik didih (0R - 800 R)
Fahrenheit: titik beku - titik didih ( 32F - 2120 F)

Kelvin: titik beku - titik didih (273K - 3730K)

Celsius: titik beku - titik didih (0C - 1000 C)


Multimeter

            Multimeter adalah alat pengukur besaran listrik, seperti hambatan, kuat arus, tegangan, dan sebagainya. Ketelitan alat ini sangat beragam dan bergantung pada besar nilai maksimum yang mampu diukur. Berhati-hatilah dalam menggunakan alat ini. Perhatikan posisi saklar sesuai dengan fungsinya dan besar nilai maksimum yang mampu diukur. Jika digunakan untuk mengukur tegangan maka alat ini harus dirangkai paralel (baca lagi tentang cara menggunakan multimeter), probe (+) dihubungkan dengan potensial (+) rangkaian, sedangkan probe (-) dengan bagian potensial yang lebih negatif (-). Sedangkan jika digunakan untuk mengukur kuat arus yang melalui suatu cabang rangkaian maka alat ini harus dirangkai secara seri melalui cabang tersebut.

Spidometer

        Spidometer, dari kata "speed" merupakan pengukur kecepatan. Sering kita jumpai pada sepeda motor maupun mobil. Ingat, pengukur kecepatan, bukan pengukur kelajuan (karena kecepatan dan kelajuan harus bisa dibedakan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar