Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS.Al-Ahzab:21)

Minggu, 19 Oktober 2014

makalah S-T-M

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pendidikan dasar saat ini harus mampu membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai dan sikap. Hal itu menuntut agar pendidik mampu memberikan yang terbaik demi tercapainya tujuan tersebut. Terlebih lagi saat ini peserta didik diharapkan mampu mengikuti arus perubahan zaman yang kian pesat. Berbagai mata pelajaran juga dirancang agar peserta didik mampu bersaing dengan perkembangan yang ada. Salah satunya pada mata pelajaran IPA (ilmu pengetahuan alam).
Ilmu pegetahuan alam (IPA) lebih berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis dan bukan hanya sekedar penguasaan dari kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, akan tetapi IPA juga merupakan suatu proses penemuan. Peserta didik dapat mempelajari diri sendiri dan alam sekitar menggunakan pendidikan IPA sebagai wahana, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari yang digunakan untuk mengembangkan kompetensinya agar dapat menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
 Proses pembelajaran yang tepat adalah dengan menekankan pada pemberian pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tujuan agar dapat memenuhi kebutuhannya melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Selain itu, juga perlu dilakukan pemahaman mengenai cara menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan. Misalnya, pada tingkat SMP atau MTs diharapkan ada penekanan pembelajaran S-T-M  yaitu sains, teknologi, dan masyarakat. Dengan pendekatan ini peserta didik dilatih untuk selalu peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi yang sesuai dengan realita kehidupan.
Pada abad 20 ini, kepekaan terhadap ilmu pengetahuan khususnya ilmu sains dan teknologi perlu ditingkatan. Oleh karena itu, peserta didik perlu dipersiapkan untuk mengenal, memahami, dan menguasai IPTEK dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Upaya untuk mempersiapkan hal itu memang sudah dilakukan melalui pendidikan formal sesuai dengan undang-undang n0 2 tahun 1989 . pengantar sains dan teknologi pun sudah diajarkan sejak pendidikan dasar.
Dengan menggunakan pendekatan S-T-M dinyatakan bahwa pendekatan tersebut memugkin siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran dan dapat menampilkan peranan sains dan teknologi didalam kehidupan masyarakat. dengan pendekatan S-T-M pula pembelajaran buka hanya mentrasfer ilmu saja , tetapi juga berkaitan dengan bagaimana siswa mampu memahami dampak dari pembelajaran atau hasil pembelajaran tersebut bai dampak positif maupun dampak negatifnya.




















BAB II
DASAR  TEORI
A.      Pengertian Para Ahli
1.      S-T-M dikemukakan pertama kali oleh Ziman dalam bukunya teaching  and learning about science and society yang di dalamnya disebut sebagai S-T-S (Science, Technology, and Society). Ziman mengungkapkan beberapa kursus dan proyek-proyek khusus mengenai sains, ternyata semua mempunyai pandangan yang sama, maksudnya adalah berhubungan dengan pandangan sains dalam konteks sosial sejenis dengan suatu pendekatan kurikulum yang dirancang untuk menjadikan konsep-konsep dan proses-proses yang terdapat dalam sains tradisional dan program-program sosial lebih sesuai dan relevan dengan kehidupan siswa sehari-hari.
2.      Middleton menyatakan bahwa silabus Lesotho melalui Sains, Teknologi, dan Masayrakat (S-T-M) mempunyai pandangan untuk mengembangkan kemampuan dalam memecahkan permasalahan sains dan teknologi dengan konsep dan penerapan ilmiah untuk mengembangkan kesadaran pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Secara sederhana pandangan tersebut, pendekatan S-T-M dapat dirumuskan sebagai pembelajaran sains yang tidak hanya menekankan pada konsep-konsep aja, tetapi peranan sains dan teknologi di dalam lapisan kehidupan masyarakat.
3.      Trowbridge dan Bybee mengemukakan beberapa hubungan antara sains dan teknologi dengan tujuan pendidikan. Pertama, sains diawali dengan pertanyaan tentang gejala alam semesta dan teknologi yang berawal dari masalah tentang adaptasi manusia dengan lingkungannya. Pertanyaan pada sains akan terjawab dengan menggunakan metode inkuiri dan dibantu dengan penggunaan teknologi yang ada sehingga menghasilkan penjelasan tentang fenomena-fenomena alam. Sebaliknya, persoalan pada teknologi juga akan terpecahkan dengan penggunaan metode inkuiri dan dibantu dengan teknologi yang ada. Teknologi meliputi proses, metode, dan tujuan yang terorganisasi secara sistematik. Teknologi melibatkan usaha-usaha manusia untuk mengontrol lingkungannya dan memanfaatkan sumber-sumber apa saja yang terdapat di dalam lingkungan tersebut. Jadi, dalam sains manusia berusaha memahami lingkungan dan dalam teknologi manusia berusaha mengontrolnya.
4.      Menurut Gregorio, pembelajaran sians dengan pendekatan S-T-M dapat mempertemukan antara kebutuhan individu dan masyarakat untuk kemajuan dan bertahan hidup. Penjelasan dan penyelesaian masalah pada kedua bidang tersebut di samping memberikan jawaban dan permasalahan yang dihadapi masyarakat, juga dapat menimbulkan pertanyaan baru bagi perkembangan sains dan persoalan baru untuk perkembangan teknologi.
5.      Pendekatan S-T-M yaitu suatu usaha untuk menyajikan IPA dengan mempergunakan masalah-masalah dari dunia nyata. Pendekatan ini mencakup aspek pendidikan, yaitu tujuan, topic/masalah yang dieksplorasi, strategi pembelajaran, evaluasi, dan persiapan/kinerja guru. Selain itu juga melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan, prosedur pelaksanaan, pencarian informasi, dan dalam evaluasi. Tujuan utamanya yaitu menghasilkan lulusan yang cukup bekal pengetahuan sehingga mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat dan dapat mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang diambilnya.
6.      Pendekatan S-T-M merupakan inovasi pembelajaran sians yang berorientasi bahwa sains sebagai bidang ilmu tidak terpisahkan dari realitas kehidupan masyarakat sehari-hari dan melibatkan siswa secara aktif dalam mempelajari konsep-konsep sains yang terkait.
7.      Menurut Poejiadi, pendekatan S-T-M merupakan pendekatan yang menekankan pada konsep-konsep dan peranan sians serta teknologi dalam kehidupan masyarakat serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial siswa terhadap dampak-dampak sains dan teknologi yang terjadi dan sedang berlangsung di masyarakat. Pendekatan ini melibatkan peserta didik dalam aktivitas mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi isu atau masalah-maslah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari; mendorong peserta didik untuk menerapkan konsep-konsep dan proses dasar sains dan teknologi dalam situasi kehidupan nyata; memberdayakan peserta didik sebagai warganegara yang dapat mengambil keputusan dan tindakan, melakukan perubahan, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sekarang maupun masa yang akan datang; memberikan arah pencapaian literasi ilmiah dan teknologi untuk semua. Pendekatan S-T-M merupakan upaya pembelajaran sains di sekolah yang menekankan pada konteks pembelajaran dan multidimensi atau domain hasil belajar peserta didik (dengan mengintegrasikan domain konsep, keterampilan proses, kreativitas, sikap, nilai-nilai, dan penerapan dalam pembelajaran dan penilaian) serta keterkaitan antar-bidang studi/kurikulum (pendekatan terpadu atau multidisipliner).
B.       Ciri-ciri
Ciri-ciri pembelajaran dengan pendekatan S-T-M sebagai berikut:
1.      Pembelajaran dengan mengembangkan keterampilan proses dan cara berpikir tingkat tinggi (hinger order thingking) agar unsure teknologi dari sains tampak.
2.      Mengaitkan dampak lingkungan dengan melakukan model pembelajaran melalui kunjungan ke objek atau ke situasi buatan denga sasaran yang memanfaatkan IPA dan teknologi yang diterangkan pendidik.
3.      Menggunakan model pembelajaran terminology cognitive agar siswa dapat menganalisis pengaruh IPA dan teknologi bagi masyarakat.
           


DAFTAR PUSTAKA
Hardini, Isriani dan Dewi Puspitasari. 2012. Strategi Pembelajaran Terpadu (Teori, Konsep, dan Implementasi). Yogyakarta: Familia.



1 komentar:

  1. How To Make Money From Your Sports Betting Tips - Work
    But หารายได้เสริม with sports betting, getting the tips you need is hard. It is an impossible task for you to find a good sport betting tipster. It's a challenging

    BalasHapus