Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS.Al-Ahzab:21)

Minggu, 19 Oktober 2014

makalah manajemen humas pendidikan

MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN
MANAJEMEN

HUMAS PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN
Manusia pada dasarnya merupakan makhluk individu dan juga makhluk sosial.Manusia pada suatu saat dapat atau bahkan ingin hidup menyendiri.Namun hal itu tidak dalam waktu yang lama.Selain karena manusia merupakan makhluk sosial, manusia juga memiliki rasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama. Manusia mendapatkan ilmu, pengetahuan, kesehatan, rasa aman, rasa nyaman, dan  rasa bahagia didapatkan dari hubungan atau komunikasi dan interaksi dengan sesama. Kebutuhan dalam kehidupan sangat mendorong manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya. Setelah kebutuhan yang dibutuhkan untuk dirinya sendiri tercukupi, manusia senantiasa akan mencari kebutuhan lainnya diluar kemampuannya dengan membutuhkan orang lain. Sangat sulit dibayangkan apabila kita hidup tanpa adanya interaksi dengan sesama, sehingga untuk mencari pertolongan disaat kita susah terasa sangat sulit. Dengan adanya hubungan dan komunikasi dengan sesame tentunya sangat memudahkan manusia untuk menolong atau memberikan bantuan.
Tidak hanya pada tingkat individual, kelompok manusia pada umumnya juga memiliki kemampuan dan kebutuhan untuk berhubungan dengan kelompok lain. Hal ini sangat diperlukan karena suatu kelompok manusia tentunya memiliki tujuan dalam kebersamaan tersebut. Dalam mewujudkan atau mendapatkan tujuannya sangat diperlukan kehadiran pihak atau kelompok lain. Sebagai contoh dalam suatu sekolah, diperlukan beberapa tenaga untuk memberbaiki bangunannya yang sudah rusak.Apabila anggota bagian dalam sekolah tersebut tidak mengetahui kondisi masyarakat di sekitarnya yang mungkin memiliki keahlian dalam hal pembangunan, maka sulit untuk memperbaiki bangunan sekolah yang sudah rusak tersebut. Padahal dana yang diperlukan sudah ada dan hanya kekurangan tenaga kerja untuk membangunnya.
Secara teori perlu kita ketahui bahwa dalam suatu organisasi atau sekolah, dalam mengurusnya terdapat kewajiban untuk memilihara dan mengatur segala aspek yang bersifat internal maupun eksternal.Aspek internal menyangkut tentang urusen intern dalam suatu organisasi atau sekolah.Setelah aspek internal tersebut terpenuhi, maka aspek eksternal yang berhubungan dengan urusan diluar organisasi atau sekolah juga harus dipenuhi.Karena adanya hubungan atau komunikasi dengan masyarakat sekitar juga sangat penting dalam kepengurusan untuk membangun organisasi atau sekolah yang lebih baik.





BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
Sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bebagai bidang kehidupan mengalami kemajuan yang demikian cepat pula. Tidak terkecuali kemajuan dibidang pendidikan yang telah memunculkan konsep-konsep dan strategi baru.Dengan kemajuan pendidikan yang begitu cepat ini maka akan menimbulkan persaingan dari masing-masing lembaga pendidikan untuk dapat memikat perhatian publik pada sekolahnya. Dalam hal ini managemen humas sangat diperlukan di sekolah-sekolah.
Humas dapat diartikan sebagai suatu kegiatan usaha yang berencana yang menyangkut i’tikad baik, rasa simpati, saling mengerti untuk memperoleh pengakuan penerimaan, dan dukungan masyarakat melalui komunikasi dan sarana lain (media massa) untuk mencapai kemanfatan dan kesepakatan bersama. Humas pendidikan pada umumnya disebut juga komunikasi pendidikan.Disini tentu saja pengertian ini berbeda.Humas pendidikan menekankan hubungan, sedangkan komunikasi lebih menekankan kepada bentuk hubungan penyampaian informasi. Namun demikian dalam pembahasan ini boleh diartikan sama sekedar untuk memudahkan pembatasan permasalahan.
Menurut Griswold (1966), humas merupakan fungsi managemen yang diadakan untuk menilai dan menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan policy dan prosedur instansi atau organisasi  dengan kepentingan umum, menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan dari masyarakat.
Adapun pengertian manajemen humas adalah suatu proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan, serta pengko-ordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga yang diwakilinya. Dan untuk merealisasikan itu semua banyak hal yang harus dilakukan oleh humas dalam suatu lembaga pendidikan (Nasution, 2006). Harus dipersiapkan sedemikian serupa cara menyampaikan dan menginformasikan hal baru kepada masyarakat sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat dijangkau. Kerja sama antara berbagai lapisan masyarakat ini diasumsikan akan meminimalisir kendala yang mungkin akan timbul sehubungan dengan ditetapkannya suatu kebijakan dari pemerintah.[1]
A.    KOMUNIKASI
Bab ini akan menceritakan tentang Humas Pendidikan yang umumnya disebut dengan istilah Komunikasi Pendidikan. Disini tentu saja pengertian ini berbeda.Humas pendidikan menekankan hubungan, sedangkan komunikasi lebih menekankan kepada bentuk hubungan penyampaian informasi. Namun demikian dalam pembahasan ini boleh diartikan sama sekedar untuk memudahkan pembatasan permasalahan.
            Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian berita dari suatu sumber berita kepada orang lain. Memberikan berita kepada orang lain merupakan proses pemindahan ide penyampaian berita sendiri maupun ide dari orang lain.
            Arus komunikasi dapat digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut:
 




Keterangan:
                                    : Garis Penyampaian Pesan
                                    : Garis Pemberian Jawaban

Arus komunikasi seperti bagan di atas, sebenarnya kurang lengkap. Seorang pengirim berita baru dapat melaksanakan tugasnya apabila ada sesuatu yang disampaikan, ada ide yang muncul dari suatu sumber baik datang dari otak sendiri maupun dari orang lain. Misalnya dengan omongan seseorang, surat kabar, radio dan sebagainya. Demikian pula dengan penerima berita atau komunikan, setelah menerima berita atau pesan tertentu pada dirinya maka akan terjadi “sesuatu”.
            Dengan tambahan dua aspek ini, maka arus komunikasi menjadi sebagai berikut:
 



Untuk selanjutnya keenam hal yang digambarkan ini disebut dengan komponen komunikasi. Penjelasan mengenai komponen tersebut secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut:[2]

1.      Sumber (source) atau Sumber Berita
Adalah tempat yang menunjukan tempat asal diperolehnya suatu gagasan atau ide.Sumber ini harus jelas, lengkap dan mudah dipahami. Jika misalnya pesan yang diterima tidak jelas, kurang dimengerti, kurang terperinci tentu akan disampaikan pada orang lain dengan tidak jelas, bahwa dapat terjadi makin tidak jelas.
2.      Pengirim Berita
Pengirim pesan atau ide disebut dengan komunikator atau coder.Seperti telah disebutkan diatas, maka berita yang disampaikan kepada orang laindapat bertambah tidak jelasdisebabkan karena pengirim beritanya.Oleh karena itu, bagian pengirim berita dituntut suatu persyaratan bahasa yang harus baik. Bagi seseorang yang ingin menyampaikan berita kepada orang lain, harus sehat, tidak dalam keadaan setengah tidur, tidak gugup dan sebagainya.
3.      Berita atau Pesan atau Isyarat (Message)
Berita yang disampaikan biasanya berbentuk simbol – simbol yang mengandung arti. Pesan tersebut dapat berupa:
Gerak         : Lambaian tangan, anggukan kepala, kerlingan mata dan sebagainya.
Suara         : Dentuman meriam, klakson, dering, bahasa dan sebagainya.
Benda        : Tanda, tulisan, bendera putih, sabuk hitam, dan sebagainya.
4.      Media atau sarana penyampaian berita
Yaitu benda yang digunakan untuk menyampaikan berita. Misalnya, surat kabar (untuk berita tertulis), bahasa bermakna, televisi (berita gambar dan suara), seorang penyanyi dan sebagainya.
5.      Penerima Berita (komunikan)
Yaitu orang yang diberi berita atau orang yang menjadikan sasaran untuk dipengaruhi oleh pengirim berita.Dalam teori komunikasi antara pengirim dan beritadengan penerima berita harus ada kepentingan bersam, ada saling pengertiaan dan saling ketergantungan. Sebagai contoh jika tidak saling pengertiaan adalah penyampaian berita yang terlalu cepat (bagi penerima) maka tidak akan dapat dipahami oleh penerima itu.
6.      Tujuan Komunikasi
Seseorang yang menerima berita, tentu saja mempunyai tujuan untuk mempengaruhi penerima pesan atau berita tersebut.Misalnya seorang guru yang mengajarkan suatu pokok bahasan kepada siswa, maka disini guru berstatus sebagai pengirim berita dan siswa sebagai penerima berita.Tujuan pengiriman pesan adalah perubahan tingkah laku siswa dalam bentuk “memahami” sebagai respon dari pokok bahasan tersebut.

B.     TUJUAN HUMAS
1)      Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak
2)      Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat

C.    JENIS-JENIS HUMAS
Ditinjau dari cakupan komunikasinya, Humas dibedakan menjadi:
Komunikasi Internal.
Adalah komunikasi yang terjadi di dalam sekolah.Komunikasi ini terjadi antara personil yang terlibat dalam hubungan kerjasama di sekolah untuk mencapai tujuan bersama, yaitu lulusan yang bermutu. Macamnya antara lain:
1.      Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Guru
Di sekolah, guru merupakan pembantu kepala sekolah. Tanpa bantuan dari guru tidak memungkinkan akan terjadinya kegiatan belajar mengajar. Itulah sebabnya komunikasi antara Kepala Sekolah dengan guru harus dijalin dengan baik. Bentuk komunikasinya adalah :
a.       pemberian petunjuk, pemberikan tugas, pengarahan, penjelasan tentang pedoman pelaksanaan tugas, dll
b.      memberikan perintah, informasi
c.       memberikan pujian atau hadiah kepada guru yang telah melakukan tugas dengan baik.
2.      Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Tata Usaha
Status pegawai Tata Usaha di sekolah juga pembantu seperti halnya guru, tetapi menyangkut bidang administrasi.Jenis komunikasinya seperti memberikan petunjuk, pemberian perintah, pemberian informasi, pemberian teguran ataupun pujian.
3.      Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Siswa
Komunikasi yang berlangsung antara Kepala Sekolah dengan siswa dapat dilakukan dengan tertulis (pengumuman, edaran, teguran, sanksi, dan lain sebagainya) maupun secara lisan (pengumuman dan teguran dan peringatan).
4.      Komunikasi antara Guru dengan Guru
Hubungan antara guru dengan guru yang lain di sekolah dapat dijabarkan seperti hubungan antara saudara sekandung dalam sebuah keluarga. Hubungan disini lebih banyak menyangkut tentang hubungan kerja.
5.      Komunikasi anatar Guru dengan Tata Usaha
Komunikasi antara guru dengan pegawai Tata Usaha hampir tidak ada yang bersifat formal, karena berada pada posisi yang sama tetapi beda dalam jenis tugasnya. Jenis komunikasi yang dijalin banyak pada hal yang bersifat tidak formal.
6.      Komunikasi antara Guru dengan Siswa
Komunikasi antara guru dengan siswa dapat terjadi dengan komunikasi formal di kelas dalam bentuk proses belajar mengajar, dan interaksi di luar dan di kelas sebagai ayah dan ibu di sekolah dan anak-anaknya. Komunikasi tidak formal dimaksudkan untuk lebih memahami karakter siswa.
7.      Komunikasi antara Siswa dengan Pegawai Tata Usaha
Ada beberapa urusan yang dapat diselesaikan oleh siswa pada pegawai tata usaha, misalnya, surat-surat keterangan, pembayaran SPP, pengambilan buku presensi, dan sebagainya.


8.      Komunikasi antara Siswa dengan Siswa
Komunikasi yang terjadi antara siswa dengan siswa dapat merupakan komunikasi yang formal (tetapi bukan dinas). Komunikasi yang akrab antara siswa harus ditumbuhkan dengan baik agar bermanfaat untuk kepentingan suksesnya belajar siswa.

Komunikasi eksternal
Yakni komunikasi yang terjadi antara sekolah dengan masyarakat yakni orang tua atau wali siswa dan masyarakat pada umumnya.Dibedakan menjadi:
      1.            Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat. Bentuk hubungan ini bisa individual, bisa pula organisatoris
·         Secara Individual, contohnya Orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi tentang perkembangan anaknya.
·         Secara Organisasi
Organisasi ini akan lebih efektif bila sekolah mampu menggerakkan dan memanfaatkan potensi yang ada di kalangan orang tua dan masyarakat, umpamanya:
1.      Para Insinyur, untuk memberikan saran saran dalam pembangunan sekolah
2.      Para Dokter dan praktisi kesehatan, untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan miras
3.      Pera pemuka Agama, untuk peningkatan Iman dan Taqwa
      2.            Hubungan sekolah dengan alumni.
Dari para alumni, sekolah memperoleh masukan tentang kekurangan sekolah yang perlu dibenahi, upaya upaya yang perlu dilakukan untuk perbaikan. Juga melalui alumni dapat dihimpun dana bagi peningkatan kesejahteraan guru dan karyawan, maupun untuk pembangunan sekolah.
      3.            Hubungan sekolah dengan dunia usaha/kerja
Biasanya ini merupakan bidang garapan guru Bimbingan dan Konseling. Pelaksanaannya:
·         Mengundang tokoh yang telah sukses ke sekolah. Kesuksesan tokoh tersebut akan memotivasi semua pihak untuk lebih maju
·         Mengirim delegasi siswa ke dunia usaha. Tentu saja ini menguntungkan kedua belah pihak. Dunia usaha memperoleh tenaga kerja yang murah, sedangkan para siswa mendapatkan pengalaman kerja yang berharga
      4.            Hubungan sekolah dengan instansi lain
Misalnya:
·         Hubungan dengan sekolah lain. Hubungan ini dapat dibina melalui MGMP, MKS, MGP, K3S, dll
·         Hubungan dengan lembaga/instansi lain. Seperti kerjasama antara sekolah dengan pihak bank dalam rangka penggalangan dana “gemar menabung” pelajar.
Ditinjau dari arah komunikasinya maka dapat dibedakan menjadi:
a.       Komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh lembaga dibawahkan oleh lembaga yang dituju. Isi komunikasi dapat berupa:
1)      Laporan
Terdiri atas laporan perencanaan misalkan pengajuan program kerja yang dibuat oleh kepala sekolah.
2)      Informasi
Yaitu laporan tentang kejadian-kejadian di sekolah yang tanpa perencanan terlebih dahulu.
3)      Keluhan dan saran
b.      Komunikasi ke bawah, komunikasi yang diberikan oleh atasan kepada bawahan dalam jalur organisasi. Contoh dari kepala sekolah kepada guru, tata usaha, dan siswa.
Tujuan komunikasi ke bawah adalah untuk memberitahu, menyadarkan, dan mendorong, memengaruhi, memerintahkan agar bawahan bertindak sesuai isi pesan dan tujuan.
Disamping komunikasi menegak ada juga komunikasi horizontal yaitu komunikasi yang dilakukan sekolah dengan instansi-instansi lain yang bersifat resmi.Misalnya komunikasi sekolah antar SMK dengan SMK. Juga komunikasi sekolah antara sekolah dengan instansi lain yang tidak sejenis, missal kantor telepon, bank,dsb.

D.    MACAM MACAM MEDIA DALAM HUMAS
Yang dimaksud Media humas adalah berbagai cara/alat yang dipakai dalam merealisasikan program kerja humas.Jenis media ada 2, yaitu media langsung dan media tidak langsung.
1.      Media langsung
Media Langsung adalah media yang mengharuskan tatap muka langsung antara pihak sekolah dengan masyarakat.Yang tergolong media langsung adalah:
·         Rapat-rapat formal yang diadakan sekolah dengan mengundang orang tua siswa dan tokoh-tokoh masyarakat. Dalam rapat ini disampaikan program sekolah dalam rangka peningkatan kegiatan dan mutu sekolah.
·         Pekan pendidikan yang menampilkan prestasi dan kreasi para siswa sebagai sarana promosi sekolah.
·         Hari ulang tahun sekolah
·         Karya wisata
·         Kunjungan rumah (home visit) untuk mengetahui lebih jauh tentang situasi rumah anak didik tertentu.
2.      Media tidak langsung
Yang dimaksud dengan media tidak langsung disini adalah media tanpa tatap muka. Sekolah mengadakan hubungan dengan masyarakat melalui:
·         Media cetak berupa: bulletin atau majalah sekolah, koran,brosur,leaflet atau booklet.
·         Media elektronika: telepon,siaran radio dan televisi,vidio kaset,slide dan komputer



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN:
·         Pengertian Humas: suatu proses dalam menangani perencanaan, pengorganisasian, mengkomunikasikan, serta pengko-ordinasian yang secara serius dan rasional dalam upaya pencapaian tujuan bersama dari organisasi atau lembaga yang diwakilinya.Tujuan Humas:
o   Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak.
o   Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat
·         Jenis Jenis Humas:
o   Dari segi cakupannya
§  Internal        : Hubungan antar pihak dalam lingkup satu sekolah
§  Eksternal      : Hubungan pihak sekolah dengan masyarakat
o   Dari segi arah komunikasinya
§  Komunikasi ke atas
§  Komunikasi ke bawah
·         Macam Macam Media Humas
o   Media langsung
o   Media tidak langsung



[1]http://ayuamh66.blogspot.com/2013/01/makalah-managemen-humas.html
[2]Arikunto. Suharsimi, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Aditya Media,2013 hlm. 274 – 275 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar